Naik tanpa SL: pernah lebih tinggi dari harga saat sinyal dan tidak menyentuh SL selama periode yang dinilai. Sempat naik lalu kena SL tetap tidak dihitung menang.
Persentase memakai sinyal yang sudah dapat dinilai. Angka kecil menunjukkan jumlah menang, jumlah dinilai, yang menunggu, dan yang dikecualikan. Hasil dengan sedikit pengamatan selesai masih mudah berubah.
Cara menghitung dan batas data
TP1 / TP2: target tersentuh sebelum SL, mulai hari setelah sinyal. TP1 lalu SL dihitung menang untuk TP1 dan kalah untuk TP2. Level awal harus SL < harga saat sinyal < TP1 ≤ TP2.
Naik tanpa SL: harga tertinggi setelah hari sinyal pernah lebih tinggi daripada penutupan saat sinyal. Menyentuh SL dalam periode pengamatan membuat hasil tidak menang, baik SL terjadi sebelum maupun setelah kenaikan. SL dan kenaikan pada hari yang sama juga tidak menang.
5 / 10 hari: hari bursa setelah tanggal sinyal. Seluruh jendela pengamatan harus tersedia, meskipun harga sudah naik lebih awal. SL pada hari ke-6 memengaruhi ukuran 10 hari dan sampai terbaru, bukan ukuran 5 hari.
Sampai terbaru: minimal satu hari bursa sesudah sinyal; lama pengamatan tiap sinyal berbeda. Hasil menang sementara bisa berubah jika kemudian terkena SL. Belum naik masih bisa berubah jika kemudian naik tanpa SL.
Sinyal gabungan dihitung pada masing-masing jenis. Baris semua sinyal menghitung setiap saham/tanggal sekali. Sinyal berulang bisa memiliki masa pengamatan yang tumpang tindih.
Data tidak lengkap, dugaan perubahan skala harga, dan urutan SL/TP yang tidak pasti dipisahkan. Angka ini statistik sentuhan harga, bukan hasil transaksi setelah biaya.